Warung Bebas
HOME SING IN LOG OUT
SELAMAT DATANG DI WITTO BLOG | TEMPAT NONGKRONG PARA BLOGGER | Voucher Bersama - Witto Blog - Tutorial Blog | SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN | MAAF ATAS KE TIDAK NYAMANANNYA

Jumat, 20 Mei 2011

Trik Update Status dari Backberry ( kamuflase aslinya dari PC )

Jumat, 20 Mei 2011
1 komentar
app facebook ini keren banget
jadi kita pasang status / up date via PC akan tetapi di ketenganranya kita up date lewat Blackberry

ini contoh gambarnya

yang mau nyoba langsung aja ke TKB ( Tempat Kejadian Web)Klik Disini

read more

Kamis, 14 April 2011

Facebook Digugat (Again)

Kamis, 14 April 2011
1 komentar
Facebook di Gugat

NEW YORK - Facebook kembali menghadapi gugatan di persidangan. Setelah sebelumnya selesai dengan kasus gugatan si kembar Winklevoss, jejaring sosial terbesar itu kini harus meladeni gugatan dari Paul Ceglia.

Ceglia mengklaim berhak mendapatkan setidaknya 50 persen saham milik Mark Zuckerberg tersebut. Klaim ini didasarkan atas penandatangan kontrak sang pemilik Facebook, bahkan dalam gugatannya dia menyertakan email perbincangan dengan Zuckeberg.

Dilansir melalui Bussines Insider, Kamis (14/4/2011), sebetulnya perkara ini sudah dilakukan sejak setahun yang lalu. Namun saat itu pengakuannya langsung dibantah Facebook, dan Ceglia dianggap melakukan penipuan.

Setelah menyewa pengacara, Ceglia memamerkan email tersebut, di antaranya memperlihatkan detail history hubungan bisnis antara Ceglia dengan Zuckerberg yang dimulai pada 2003. Kala itu Ceglia mempekerjakan Zuckerberg yang masih berkuliah di Harvard di perusahaannya yang bernama StreetFax.

Telah disepakati pula jika Ceglia akan mendapatkan tambahan bunga satu persen setiap harinya bila Zuckerberg tidak menyelesaikan pengembangan Facebook pada waktu yang dijadwalkan yakni 1 Januari 2004. (Okezone)

read more

Selasa, 12 April 2011

Pelanggan Telkomsel Keluhkan Kualitas Jaringan

Selasa, 12 April 2011
1 komentar
telkomsel


(ANTARA News) - Para pengguna Telkomsel di Makassar, Sulawesi Selatan, mengeluhkan layanan komunikasi selular dari operator itu yang jaringannya sering terputus ketika mereka tengah menelpon dari ponsel mereka.

Permasalahan kualitas jaringan ini terjadi sejak perusahaan provider ini memperpanjang program "talkmania" atau program gratis menelpon berjam-jam, kata Muhammad Rizal, seorang warga Kota Makassar, Minggu.

"Program TM (talkmania) yang terus digencarkan Telkomsel membuat komunikasi sering putus. Gara-gara sering putus, banyak klien saya yang marah-marah," kata dia.

Meskipun pengusaha ternak sapi ini mengaku program TM saat pertama kali diluncurkan Telkomsel cukup membantu dirinya dalam komunikasi bisnis, dia tetap berharap jaringan operator itu bisa dibenahi secepatnya.

"Saya sudah lama pakai Simpati (produk Telkomsel), kalau mau ganti nomor jelas butuh sosialisasi lagi," keluh dia.

Hal sama dikeluhkan juga warga Jalan Kandea 3, Makassar, Zulkifli yang mengaku tidak bisa lagi menggunakan fasilitas jaringan komunikasi operator seluler itu secara optimal.

"Sudah beberapa hari terakhir ini, saya susah menelpon. Banyak urusan yang tidak selesai," keluh Zulkifli yang mengaku sudah lama menjadi pelanggan Telkomsel.

Dia mengaku, beberapa titik di Makassar seperti Jalan Kandea, Makassar gangguan komunikasi sering terjadi bahkan sulit tersambung saat melakukan pemanggilan ke nomor yang bukan operator yang sama.

Mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar, Rezki Amalia juga mengeluhkan hal yang sama karena sepekan terakhir ini sulit menghubungi kerabatnya yang ada di daerah lain.

"Kenapa yaa, operator sebesar ini sering bermasalah. Sudah tahu jaringan bermasalah, masih aja buat promo di mal-mal (pusat perbelanjaan moderen)," ujar dia.

Dia menilai, kegiatan promosi yang dilakukan pihak operator sudah tidak tepat lagi karena kemampuan jaringan tidak seimbang dengan kualitas pelayanan ke pelanggan.

Manager Coorporate Communication PT. Telkomsel Wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua, Jowvy Kumala saat di konfirmasi mengaku, pihaknya bersama dengan team network (jaringan) telah melakukan pressconfrence sehubungan dengan permasalahan tersebut di Makassar.

Dia berjanji, akan mencoba meneruskan keluhan pelanggan ini ke divisi yang terkait untuk bisa memberikan penjelasan secara rinci terkait permasalahan tersebut.

read more

Miliki 500 Juta Pengguna, Facebook Ternyata Masih Sewa Data Center

Kenalan Lewat Facebook
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Facebook, jejaring sosial terbesar dunia, tengah membangun data center yang efisien daya untuk mendukung layanannya.

Proyek yang dinamai "Open Compute Project" itu melibatkan beberapa perusahaan besar seperti Hewlett Packard Co, Dell Inc, Advanced Micro Devices, dan Intel Corp.

CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan, proyek ini menawarkan spesifikasi dan desain komputer yang lebih efisien-daya yang secara khusus diperuntukkan bagi layanan Internet, berbagi secara terbuka dengan perusahaan lain.

"Apa yang kami temukan selama ini, ada banyak perangkat komputer yang tidak sesuai dengan keinginan kami dan aplikasi sosial lainnya," kata Zuckerberg Kamis lalu (7/4) di Palo Alto, California, dikutip Reuters.

Dell akan membuat server sesuai dengan spesifikasi teknisnya dan Synnex Corp akan bertindak sebagai vendor keseluruhan sistem itu. Teknologi itu akan menghidupkan server di pusat data dan membuat Facebook sebagai perusahaan jejaring sosial pertama yang membangun pusat data di Prineville, Oregon.

Sampai sekarang, Facebook masih menyewa data centers untuk infrastrukturnya.

Dengan lebih dari 500 juta pengguna, Facebook adalah jejaring sosial nomor satu di dunia Internet dan akan menantang perusahaan web seperti Google Inc dan Yahoo Inc sebagai tujuan utama orang ber-Internet dan saluran iklan.

Infrastruktur teknis yang menjalankan Website seperti Facebook--dimana 30 miliar foto, video, dan jenis-jenis konten lain dibagikan (shared) oleh pengguna setiap bulan--memainkan peranan kunci dalam kinerja layanan.

Menurut Facebook, server baru itu akan 30 persen lebih efisien dalam penggunaan energi dan berbiaya 24 persen lebih murah untuk menjalankan layanannya.

read more

Batik Fraktal Indonesia Ditaksir Malaysia

Contoh Batik Fraktal buatan Pixel People Project


VIVAnews - Agaknya, upaya negeri jiran Malaysia untuk menjadikan batik sebagai produk andalan negara mereka, tidak main-main.

Buktinya mereka berupaya untuk mempelajari jenis batik baru, batik fraktal yang dikembangkan oleh orang Indonesia.

"Saya memang sempat dihubungi oleh perusahaan swasta dari Malaysia dan mereka menawarkan kerjasama pengembangan batik fraktal di sana," ujar Nancy Margried, Direktur PT Piksel Indonesia (perusahaan yang khusus bergerak di batik fraktal) kepada VIVAnews, Senin 11 April 2011.

Batik fraktal adalah inovasi baru di bidang batik yang memanfaatkan sebuah software yang dapat mengolah rumus matematis untuk menciptakan pola tertentu dalam pembuatan batik.

Menurut Yun Hariadi, orang yang mengembangkan software batik fraktal di Piksel Indonesia, setidaknya ada dua perusahaan swasta dari Malaysia yang berusaha mendekati perusahaan mereka.

Tapi, kata Nancy, mereka tidak tertarik pada tawaran kerjasama tersebut. Sebab, ia khawatir bila tawaran itu disetujui, batik fraktal justru lebih dikenal sebagai produk buatan Malaysia. "Kami katakan kepada mereka, bahwa kami belum memiliki rencana untuk ekspansi ke Malaysia," ujar Nancy.

Nancy mengatakan, sebenarnya tawaran pengembangan batik fraktal di Malaysia disetujui, ia yakin batik fraktal akan cepat berkembang. "Walaupun dukungan pemerintah di sini lebih lambat, kami tetap ingin agar batik fraktal lebih dulu berkembang di sini," kata dia.

Oleh karenanya, pihaknya juga telah mensosialisasikan batik fraktal kepada ratusan pengrajin batik di berbagai sentra kerajinan batik di Indonesia, baik di sentra-sentra batik di Pulau Jawa maupun Sumatra.

Setidaknya mereka telah melakukan pelatihan-pelatihan kepada para UKM batik di daerah Jambi, Pekalongan, Cirebon, hingga Pacitan, bekerja sama dengan Kementrian Ristek.

Mantan Menristek Kusmayanto Kadiman mengenakan batik fraktal

Piksel Indonesia hingga kini menjalin kerjasama dengan sekitar sepuluh UKM batik untuk memproduksi sekitar 50 batik fraktal per bulan yang biasanya dibuat berdasarkan pesanan, baik dari dalam negeri, maupun dari luar negeri.

Tak hanya menjadi pakaian yang kerap dikenakan oleh Presiden SBY dan menteri-menterinya, batik fraktal juga telah tersohor di dunia internasional. Bahkan salah satu produk batik fraktal Piksel Indonesia juga diminati oleh pihak perusahaan Sanyo Jepang.

"Terakhir kita juga mendapat pesanan batik dari tokoh industri games ternama dari Inggris, Ian Livingstone," kata Nancy. Salah satu karya Livingstone yang popular adalah game Tomb Raider yang belakangan difilmkan.

Piksel Indonesia pun berawal dari sebuah proyek riset dan desain bernama Pixel People Project, yang dilakukan oleh Muhammad Lukman, Yun Hariadi, dan Nancy. Mereka mendokumentasikan sekitar 300 motif batik tradisional dari berbagai daerah dan menemukan bahwa batik adalah pola yang memiliki sifat fraktal.

Kemudian, mereka membuat sebuah software yang mampu memproduksi pola-pola dan ornamen batik menggunakan rumus matematika sederhanauntuk memproduksi sebuah batik. Lewat rumus fraktal di software itu, sebuah pola bisa dimodifikasi atau dikombinasikan dengan pola lainnya, sehingga menciptakan pola baru.

Hasil riset mereka yang berjudul 'Batik Fractal, from traditional art to modern complexity' kemudian terpilih untuk dipresentasikan pada ajang Committee of 10th Generative Art International Conference in Politecnico, di Milan Italia.

Belakangan, Unesco menganugerahi penemuan ini dengan penghargaan kategori 'Stamp of Approval' Award of excellence 2008. "Yang jelas batik fraktal bukan sekadar teknologi yang mempermudah orang untuk memproduksi batik, namun juga menciptakan inovasi baru di dunia batik," kata Nancy. (SJ)

read more

Rabu, 30 Maret 2011

Nonton TV Online

Rabu, 30 Maret 2011
0 komentar
Tidak terasa malam semakin larut, mata sudah mulai mengantuk dari 3 jam yang lalu search ke mbak nya google.com buat nyari yang nama nya TV Online. ya ini dari permintaan teman di kantor yang kalau gak ada kerjaan nonton TV Online lebih baikkan, sambil hilangin suntuk saat pekerjaan menumpuk,

Sudah sampai larut banget nih, akhirnya dapat juga nih cara buat nya, dan sekalian aja dibuat blog WITTO TV ONLINE biar untuk TV Online aja gitu ceritanya, karena sudah selesai sekalian di posting disini Witto Blog biar sobat atau teman sekalian mau nonton juga,. di persilahkan...

Mau Pasang Code Script di Blog Sendiri Silahkan Klik Disini Witto TV

Udah dulu ya, udah ngantuk banget, daaaaa
Silahkan Menikmati Tontonannya....




Code Script Witto TV

read more

Selasa, 29 Maret 2011

Video Realita Cinta Dan Rock N Roll

Selasa, 29 Maret 2011
0 komentar
Nugi adalah seorang remaja sekaligus siswa SMU yang baru berusia 17 tahun. Sejak usia 6 tahun, dia telah ditinggal sang ayah ke Amerika menyusul perceraiannya dengan sang ibu (Sandy Harun). Dalam kesehariannya, tak ada yang lebih diminati Nugi selain bermain band dan bertindak semaunya. Hal serupa juga menjadi bagian dari kehidupan sahabat karib yang juga teman sekelas Nugi, Ipang. Tak heran keduanya selalu bersama baik saat bermain band maupun saat tidak bermain band seperti merancang dan mengisi hari-hari dengan kenakalan.

Nugi dan Ipang punya sahabat bernama Sandra (Nadine Chandrawinata), seorang penjaga distro yang cantik dan sering menjadi tempat mereka berdua curhat. Kedekatan mereka tak hanya sekedar dikarenakan kesukaan terhadap musik, juga dilandasi keinginan yang sama untuk menjalani hidup semaunya dan tak mau dibebani banyak persoalan hidup.

Untuk Lanjutnya Tonton sendiri aja ya...

Warung Bebas


read more

Witto TV - Code Script TV Online

Berbagi hiburan di Internet sebuah TV Online menyediakan Channel Nasional Indonesia hadir di Blog anda melalui Situs WITTO TV yang bisa dipasang di Blog anda dengan Channel-Channel sbb : MivoTV1, MivoTV2, MNC TV, INDOSIAR, SCTV, ANTV, GLOBALTV, SPACTOON, METROTV, TV ONE, DAAITV, untuk Embednya silakan CopPas Codenya dan Letak di posting sobat semua, Silahkan Dilihat Hasilnya.

Silahkan Tinggalkan Pesan Anda, tks
Contoh WITTO TV DISINI

<center><iframe frameborder="0" height="900" id="player" marginheight="0" marginwidth="0" name="player" scrolling="no" src="http://witto-tv.blogspot.com/" style="margin: 0px; padding: 0px;" width="620"></iframe><span id="fullpost"></span>
</center>

Semoga Bermanfaat,.

read more

Minggu, 27 Maret 2011

Radiasi Nuklir Tingkat Tinggi Ditemukan

Minggu, 27 Maret 2011
0 komentar

Dampak kerusakan akibat kebocoran pembangkit listrik tenaga listrik (PLTN) Fukushima Daiichi, Jepang, tak kunjung usai. Setelah ancaman tingkat radiasi terus menghantui, kini ditemukan tingkat radiasi sangat tinggi di reaktor unit 2. Jumlah tingkat radiasi mencapai 10 juta kali lipat dari batas ambang normal.

Seperti diberitakan NHK, Tokyo Electric Power Co (Tepco) menjelaskan tingkat radiasi ini mencapai 2,9 miliar becquerels dalam satu kubik centimeter (cm) air di ruang bawah tanah bangunan turbin yang terpasang ke reaktor nomor 2.

Tingkat kontaminasi ini sekitar 1000 kali dibandingkan kebocoran radiasi di ruang bawah tanah reaktor nomor 1 dan 3. Tepco menambahkan material radioaktif terdeteksi termasuk 2,9 miliar becquerels yodium 134, 13 juta becquerels yodium 131, dan 2,3 juta becquerels, masing-masing cesium 134 dan 137.

Material ini dipancarkan sepanjang proses fisi nuklir di inti reaktor. Perusahaan ini memperkirakan air terkontaminasi itu berasal dari inti reaktor rusak, dan mereka tengah mencari tahu bagaimana kebocoran bisa terjadi.

Lulusan University of Tokyo Naoto Sekimura mengatakan kebocoran ini mungkin muncul dari ruang penahan (suppression chamber) reaktor nomor 2. Ruang ini didesain untuk menampung radioaktif dari reaktor.

Kantor berita Asociate Press melaporkan dengan adanya kejadian tersebut, para pekerja berjuang untuk memompa air yang terkontaminasi dari kompleks nuklir di Jepang itu . Level radiasi yang mencapai 10 juta kali lebih tinggi dari biasanya ini membuat pekerja mengukur tingkat radiasi sebelumnya. Meski tidak jelas berapa lama pekerja telah terpapar dengan radioaktif yang tinggi di pabrik Fukushima Daiichi.

Juru bicara Tepco Takashi Kurita mengaku adanya kontaminasi air di keempat reaktor, dan radiasi dalam satu unit reaktor diukur 1.000 millisieverts per jam, empat kali batas aman yang ditetapkan pemerintah.

Penemuan selama tiga hari terakhir ini telah menjadi kemunduran utama dalam misi mengatasi kerusakan pendingin setelah gempa dan tsunami. Krisis nuklir berkepanjangan telah mendorong keprihatian tentang keamanan makanan dan air di Jepang, yang merupakan sumber utama makanan laut untuk beberapa negara. Radiasi telah ditemukan dalam makanan, air laut dan bahkan pasokan air keran di Tokyo.

Menurut NHK, tingkat radiasi tinggi terdeteksi hingga 30 kilo meter dari pembangkit Fukushima. Tingkat radiasi meningkat 40 persen lebih tinggi dibanding batas tahunan untuk masyarakat umum.

Pemerintah Jepang mengatakan data menunjukkan 1,4 millisieverts diambil pada Rabu pagi di Namie Town, barat laut dari pembangkit. Meski begitu, pemerintah belum melakukan himbauan kepada penduduk yang tinggal di luar radius 30 kilo meter dari pembangkit untuk melakukan evakuasi atau tetap tinggal di rumah.

Hasil itu didapat Kementerian Ilmu Pengetahuan setelah membaca laporan monitoring di 10 lokasi di luar radius 30 kilo meter dari pembangkit, menyusul laporan tingkat radiasi relatif tinggi ditemukan di luar daerah tersebut.

Jumlah radiasi yang terdeteksi itu tidak menimbulkan risiko kesehatan. Namun mereka menyarankan warga di daerah untuk tetap waspada terhadap kemungkinan adanya kenaikan tingkat radais. Karena pembangkit listrik tidak mungkin untuk berhenti melepaskan raadiasi dalam waktu depat.

Sementara radiasi tinggi itu memakan korban dua pekerja yang menderita luka bakar pada kakinya setelah menginjak air yang terkontaminasi radioaktif. Juru bicara pemerintah Yukio Edano mendesak Tepco agar lebih transparan. Pemerintah mengungkap serangkaian kesalahan yang dilakukan operator Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Tepco. "Kami mendesak Tepco memberikan informasi kepada pemerintah lebih cepat," kata Edano seperti dilansir dari laman Associated Press.

Juru bicara Badan Keselamatan Industri dan Nuklir (NISA) Hidehiko Nishiyama mengatakan Tepco sudah mengetahui resiko tingginya radiasi di udara pabrik enam hari sebelum kecelakaan dua pekerja itu. Kedua pekerja ini hanya menggunakan sepatu yang hanya menutupi sampai mata kaki. "Tidak cukup tinggi melindungi kaki mereka," tegasnya.

"Terlepas apakah ada kesadaran soal tingginya tingkat radiasi dalam air tergenang, namun ada masalah dalam cara kerja dilaksanakan."

NISA pun memberi peringatan kepada Tepco untuk meningkatkan dan memastikan keselamatan para pekerjanya.

Desakan pemerintah ini muncul di tengah upaya pekerja perusahaan itu menghentikan kebocoran gas dengan memindahkan air terkontaminasi dari unit-unit reaktor. Petugas sudah mencoba menggunakan air laut untuk mendinginkan reaktor. Namun, muncul kekhawatiran bahwa korosi garam akan memperparah kerusakan mesin di dalam unit reaktor. Saat ini Tepco berjibaku tengah menyuntikkan air segar ke dalam unit reaktor, dan mengeluarkan air yang terkontaminasi radioaktif. (SJ)

read more

Facebook Tak Mampu Lindungi Anak-anak?


Penelitian terakhir yang dilakukan oleh lembaga riset The Pew Internet & American Life Project, mengungkapkan fakta yang mengejutkan: 46 persen anak berusia 12 tahun di Amerika Serikat sudah bergabung dalam jejaring sosial.

Selain itu, 73 persen remaja berusia 13 sampai 17 tahun mengaku telah memanfaatkan situs jejaring sosial, termasuk Facebook.

Padahal, belakangan ini telah terjadi tren di mana penjahat dunia maya (cyber criminal) beralih melakukan serangan dari model konvensional, mengirimkan virus via email atau menanam script berbahaya di website. ke metode terkini, yakni dengan melakukan penipuan di situs media sosial.

Pada laporan terakhir, Symantec, perusahaan spesialis keamanan menyebutkan, dari seluruh penipuan yang terjadi di seluruh media sosial yang ada, sebanyak hampir 95 persennya terjadi di dua situs jejaring terkemuka yakni Facebook dan Twitter.

Ironisnya, pengguna anak-anak atau remaja merupakan target yang paling mudah diserang.

Untuk itu, awal bulan ini, Al Franken, anggota parlemen dari partai Demokrat di Minnesota, Amerika Serikat, menuliskan surat protes ke Mark Zuckerberg, Chief Executive Officer Facebook. Ia meminta situs jejaring sosial itu merombak pengaturan keamanannya.

“Saat ini, sekitar 13 juta pengguna berusia di bawah 18 tahun boleh membagikan informasi pribadi mereka seperti layaknya pengguna dewasa,” tulis Franken, seperti dikutip dari Associated Press, 24 Maret 2011.

Pengguna usia muda ini, kata Franken, sangat rentan terhadap penjahat yang memanfaatkan Internet atau khususnya Facebook. “Seharusnya mereka tidak diperkenankan membagikan nomor telepon dan alamat rumah pada siapapun,” ucapnya.

Padahal, angka yang disebut Franken belumlah menggambarkan jumlah pengguna Facebook sebenarnya yang berusia di bawah umur.

Seperti diketahui, pada pasal keempat Statement of Rights and Responsibilities yang dicantumkan Facebook, disebutkan dengan jelas di pasal 1 dan 5 bahwa pengguna tidak boleh memasukkan informasi palsu, membuat akun untuk orang lain tanpa izin, dan tidak boleh menggunakan Facebook jika pengguna berusia di bawah 13 tahun.

Namun, tidak banyak yang bisa dilakukan oleh Facebook dengan metode kebijakan yang digunakan saat ini.

“Ada banyak orang yang berbohong. Banyak yang masih di bawah 13 tahun tetapi ikut mendaftar ke Facebook,” ucap Mozelle Thompson, Chief Privacy Adviser Facebook.

Angka 13 tahun tersebut, kata Thompson, memang merupakan batas usia minimal yang diperkenankan sistem untuk melakukan pendaftaran. “Namun demikian, sistem itu tidaklah sempurna karena tidak ada mekanisme untuk mendeteksi apakah anak-anak melakukan pendaftaran dengan usia palsu,” ucapnya.

Kekhawatiran banyaknya pengguna di bawah umur yang mendaftar dan berinteraksi di jejaring sosial dikeluhkan pula oleh komite keamanan dunia maya parlemen Australia.

Senin, 21 Maret ini mereka telah memanggil, tidak hanya Mozelle Thompson yang mewakili Facebook, parlemen juga memanggil perwakilan Microsoft dan Yahoo untuk dimintai keterangan seputar masalah keamanan terkait Internet.

Dalam pernyataannya, Thompson mengungkapkan, mereka sebenarnya telah berupaya untuk mengurangi jumlah anak-anak berusia di bawah 13 tahun di situs jejaring sosial mereka.

“Kami menghapus hingga 20 ribu pengguna per hari karena mereka telah melanggar kebijakan Facebook seperti menyebarkan spam, konten tidak pantas, dan termasuk juga mereka yang berada di bawah umur,” kata Thompson, yang dikutip oleh Daily Telegraph.

Padahal, dari data Global User Demographics Facebook, dari 629.982.480 juta pengguna Facebook per Maret 2011, tercatat bahwa 20,6 persen berusia 13 sampai 17 tahun.

***

Selain Facebook, jejaring sosial dan situs lain yang populer di kalangan anak-anak juga terus berupaya mengatasi masalah tersebut meski dengan cara yang berbeda.

Sebagai contoh, MySpace, juga mewajibkan penggunanya berusia 13 tahun ke atas. Sayangnya, sama seperti Facebook, ia tidak punya mekanisme untuk melakukan verifikasi terhadap usia pendaftar.

Disney.com memungkinkan anak berusia 13 tahun ke bawah menjelajahi situs itu dan bermain-main di sana. Namun Disney tidak mengumpulkan informasi seputar anak-anak tersebut kecuali mereka melakukan pendaftaran, misalnya untuk mengikuti lomba, dan sebagainya.

Saat pendaftaran, anak-anak diminta untuk mengisikan alamat email orang tuanya agar mereka mendapatkan notifikasi. Namun Disney tidak mengumpulkan informasi lain di luar itu.

Langkah serupa diambil oleh Yahoo. Mereka tidak memperkenankan anak berusia 12 tahun ke bawah melakukan pendaftaran tanpa sepengetahuan orang tuanya. Setelah itu, sama seperti Disney, Yahoo membatasi informasi apa yang digunakan untuk berpartisipasi dalam kompetisi atau fitur interaktif serupa lainnya. Apakah Facebook perlu menerapkan hal serupa?

read more

Sabtu, 26 Maret 2011

Japan Faces Its Next Chore: Cleaning Up

Sabtu, 26 Maret 2011
0 komentar


Do you start by carting away the Chokai Maru, the 150-foot (45-meter) ship that was lifted over a pier and slammed into a house in this port town? Do you start with the thousands of destroyed cars scattered like discarded toys in the city of Sendai? With the broken windows and the doorless refrigerators and the endless remnants of so many lives that clutter the canals?

In the first days after a tsunami slammed into Japan's northeast coast on March 11, killing well over 10,000 people, it seemed callous to worry about the cleanup. The filth paled beside the tragedy. Now, nearly two weeks later, hundreds of communities are finally turning to the monumental task ahead.

The legacy of Hurricane Katrina, which devastated the American city of New Orleans in 2005, gives an idea of both the immensity of the job and the environmental hazards Japan could face for years to come.

"In Katrina, you had debris that had seawater, sewage, chemicals, gasoline, oil, that was all mixed together in a toxic soup," said David McEntire, a disaster expert at the University of North Texas. "And you're going to have similar problems with the disaster in Japan."

Three years after Katrina, which spawned enough debris to cover Britain, the U.S. government said that New Orleans had not even come close to cleaning up.

The mess looks endless in Japan, and hauling it away seems unimaginable. The cost? No one really knows, though the crisis is emerging as the world's most expensive natural disaster on record, with Japanese officials saying losses could total up to 25 trillion yen ($309 billion). The World Bank says reconstruction could take five years.

So there's nothing to do but start.

Mayumi Hatanaka began with the knee-high mud that had flooded into her little seafood restaurant in the small seaside city of Shiogama.

"It's been four days, and we've been working, working," she said, standing beneath a sign that promised food "Straight From The Fishery To You."

She and her daughter were scraping the muck down their driveway and into the street. The thick, dark goo looked almost volcanic. Workers hired by the city used a gargantuan truck-mounted vacuum, normally used for well-drilling, to hose it up. The noise of the pump and the sucking splutter of the hose nearly drowned out her voice, and she had to shout to be heard.

Simply carving out an aisle in the restaurant took three days, Hatanaka said, so she has no idea when she'll be able to reopen. "I think we'll never finish," she said, only briefly willing to set aside her shovel before getting back to work.

Much of the official cleanup effort so far has been to support rescue teams. Soldiers and city crews have cleared streets of debris so rescuers can get through, and some buildings have been pulled apart in search of survivors.

Now, with little chance left of finding anyone still alive, the concern is to avoid accidentally clearing away corpses with the debris.

Takashi Takayama is a city official in Higashimatsushima, a port town brutalized by the tsunami, leaving nearly 700 people dead. He said the city, where the Chokai Maru ship was thrown ashore, is still cleaning up - and footing the bill - from a major earthquake in 2003.

"I don't know how long it will take," he said. "The last time it was just parts of houses that were destroyed. Now it's the whole house. So I don't know how we'll do it."

With city workers desperately overworked, officials turned to a local association of construction companies to help. Those private contractors helped clear the roads and have started piling up debris in small hills, soon to be small mountains, on city land near the port.

Japan is a country where separating trash into its various components is almost sacrosanct: There are the burnables, the food items, the array of different recyclables. Takayama is already dreading the arguments when disaster-weary residents refuse to categorize their garbage properly.

"Sorting everything out will be the first challenge," he said.

A 2004 tsunami, which killed 230,000 people in 14 Asian and African countries, left thousands of cities and towns facing a task similar to Japan's today.

In Indonesia, the United Nations employed 400,000 workers to clear 1.3 million cubic yards (1 million cubic meters) of debris just from the urban areas of the hard-hit city of Banda Aceh.

Many of the countries affected by that disaster were less developed than Japan and lacked sophisticated waste disposal systems. In the initial cleanups, some burned debris in the open air, dumped it in makeshift landfills and used other environmentally risky methods, polluting wells, inland waterways and the nearby seas.

Japan will presumably use state-of-the-art incinerators and sanitary landfills, though technological prowess doesn't guarantee there won't be problems. In the United States, there were allegations of corruption by cleanup companies after Hurricane Katrina, including claims that hazardous debris was improperly dumped in landfills.

read more

Prev Prev Home
 

Follow

Buku Tamu No Link